Tambi, Kejajar — Rabu, 6 Agustus 2025, suasana Gedung Serbaguna Desa Tambi dipenuhi semangat perubahan saat para guru dari berbagai sekolah di wilayah desa berkumpul dalam kegiatan Sosialisasi Anti-Perundungan. Acara yang diselenggarakan dengan kolaborasi antara Pemerintah Desa Tambi, PUSPAGA Kabupaten Wonosobo, dan mahasiswa KKN-PPM UGM ini bertujuan untuk memperkuat pemahaman para tenaga pendidik dalam mencegah dan menangani kasus perundungan (bullying) di lingkungan sekolah.
Hadir sebagai narasumber, Ibu Endang dan Bapak Heri dari PUSPAGA Wonosobo, memaparkan materi yang komprehensif mengenai pengertian, dampak, serta strategi pencegahan kekerasan dan perundungan yang kerap terjadi pada peserta didik. Tak hanya itu, peserta juga dibekali dengan pengetahuan penting seputar konsep diri, bagaimana mengenali potensi diri sejak dini, serta cara membangun rasa percaya diri yang kuat pada anak-anak, baik melalui pendekatan di rumah maupun di sekolah.
Antusiasme tinggi terlihat dari para guru yang hadir, yang aktif berdiskusi dan menyampaikan pengalaman serta tantangan yang mereka hadapi dalam mengelola lingkungan sekolah yang aman dan suportif. Kegiatan ini pun menjadi ruang refleksi bersama untuk meningkatkan kepekaan terhadap pentingnya perlindungan psikologis anak.
Sebagai penutup yang bermakna, kegiatan ini dilanjutkan dengan Deklarasi Sekolah Anti-Perundungan dan penandatanganan Pakta Integritas oleh para perwakilan sekolah. Deklarasi ini menjadi simbol komitmen bersama untuk menciptakan ruang belajar yang inklusif, bebas dari kekerasan, dan penuh empati.
Melalui kegiatan ini, diharapkan sekolah-sekolah di Desa Tambi semakin siap dan tanggap dalam menciptakan iklim pendidikan yang sehat, aman, dan membangun karakter anak secara positif. Semangat kolaboratif antara pemerintah desa, lembaga pendamping keluarga, dan kalangan akademisi menjadi langkah nyata dalam mewujudkan generasi muda yang lebih kuat secara mental dan sosial.